Kamis, 13 Januari 2011

Bangga Pada Bangsa Indonesia

0

Para pakar dunia di bidang ekonomi, politik, social, dan kebudayaan nampaknya telah terjebak dalam mempersepsikan tentang bangsa Indonesia. Dunia membayangkan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang bodoh dan pemalas, lingkungannya kumuh dan kotor, kejahatan terjadi di sana-sini, negeri yang penuh dengan kesemrawutan.

Padahal di muka bumi ini tak ada orang menjalani kehidupan dengan bersukaria melebihi orang Indonesia. Tak ada orang berjoget-joget ria siang malam melebihi orang Indonesia. Tak ada orang-orang yang tertawa-tawa, menghisap rokok klempas-klempus baaalll-buuulll dengan nikmatnya. Tak ada acara pesta-pesta, kumpul-kumpul, jagongan, kenduri, hajatan, serta segala macam bentuk kehangatan hidup macam orang kita. Karena budaya itu memang hanya ada di Indonesia.

Dunia bilang kita sedang krisis, padahal berita tentang krisis itu adalah suatu bentuk kerendahan hati Indonesia. Suatu sikap yang menghindarkan diri dari sikap sombong. Kalau kita mendengar berita bahwa pemerintah punya utang hingga trilyunan rupiah, itu sesungguhnya hanyalah taktik agar dunia meremehkan kita. Karena kita orang Indonesia punya pendirian bahwa semakin kita direndahkan, semakin tinggi derajat kita di hadapan Allah.

Banyak orang mengejek Indonesia dengan perkataan begini:

“Dulu Indonesia adalah gurunya Malaysia. Dalam banyak hal, Malaysia, sang adik, sering belajar dengan Indonesia, kakaknya yang serumpun, yang berwibawa dan disegani dunia. Guru-guru Indonesia diserap oleh Malaysia. Dari pedagang kecil sampai Presiden belajar kepada Indonesia. Akan tetapi sekarang perkembangannya terbalik. Hari ini Indonesia tidak ada apa-apanya disbanding Malaysia. Dalam bidang pendidikan, pembangunan, peningkatan SDM-nya, ekonominya, dan di segala bidang Indonesia sudah ditinggal jauh. Sekarang bekas guru-guru yang dikirim ke Malaysia berganti jenjang menjadi ‘pendatang haram’ alias tenaga kerja illegal di Malaysia.”

Dan masih banyak lagi ejekan-ejekan lain yang merendahkan bangsa kita. Padahal jika kawan-kawan renungkan kita ini bangsa yang luar biasa mulianya. Malaysia kita ajarkan sampai mereka bias, sampai mereka maju dalam segala bidang, sampai-sampai mereka melampaui kita. Memang Malaysia adalah bangsa yang cerdas, tekun dalam mempelajari ajaran gurunya, sehingga mereka melampaui kemampuan gurunya.

Sedangkan kita sang guru, memang boleh kurang berhasil dari muridnya. Tapi, memang itulah yang terbaik. Seorang guru yang mulia memang harus memberikan semua ilmu yang dimilikinya sampai muridnya benar-benar pandai dan cerdas. Walaupun sang murid ternyata lebih pandai, tapi tak ada masalah. Karena memang bangsa kita adalah guru yang mulia, yang mendidik Malaysia tanpa pamrih, dengan segenap kemampuan yang kita miliki. Benar-benar sosok guru yang patut diteladani oleh yang lainnya.

Biasanya orang Indonesia bila diejek bahwa bangsa Indonesia dianggap sebagai bangsa yang rendah, dan tidak punya bakat untuk mengalami kemajuan yang berarti, mereka akan diam saja. Tak ada jawaban dan bantahan. Sehingga orang-orang di dunia ini yakin terhadap predikat bangsa Indonesia yang mereka ciptakan sendiri. Orang Indonesia tidak menjawab sebab jikalau menjawab akan diketahui siapa sebenarnya bangsa Indonesia bahwa sebenarnya bangsa Indonesia bangsa yang besar.


Yususf Eko Pambudi (Akuntansi 07)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting